Buku antologi ini memuat karya dari 19 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kabupaten Sleman, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini tentu…
Buku antologi ini memuat karya dari 34 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kabupaten Gunungkidul, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini …
Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Luka di kakinya menjadi bukti perjuangan dalam menjalani hidup. Dia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul, mulai dari nguli nyeset, nguli nandur sampai melatih tim voli anak-a…
Berulang kali pula Diko ngejailin Kasih. Mulai dari naruh bekas permen karet di kursi Kasih sampai nyembunyiin salah satu buku tugas Kasih. Yang paling keterlaluan, ketika mau kegiatan olahraga, Diko ngumpetin celana olahraga Kasih. Alhasil, Kasih nggak bisa ikut olahraga. Terus, tahukah Sobat, di mana celana panjang olahraga Kasih? Dikibarkan di tiang bendera lapangan olahraga! Uuuh, bisa diba…