Di seri ini, cerita berlangsung di hutan gambut dan desa pinggiran hutan gambut pada awal musim hujan. Pur dan para penebang lainnya telah menemukan pekerjaan baru yang tidak merusak lingkungan. Sayangnya sewaktu penebangan hutan gambut dihentikan, parit-parit untuk transportasi kayu tidak ditutup kembali. Sehingga saat musim penghujan, air yang seharusnya tersimpan di dalam hutan, mengalir men…
Seri ini berkisah tentang Cakra yang mempersiapkan masyarakat desanya menghadapi gelombang tsunami. Bencana alam ini perlu dikenali gejala-gejala awal kedatangannya. Dampak kerusakannya pun bisa diredam dengan benteng alami berupa hutan bakau, hutan pantai (cemara, palem dan beringin) serta terumbu karang yang sehat di pesisir.
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…