Text
Berhala : Kumpulan Cerita Pendek
Danarto dan cerpen-cerpennya adalah kasus yang istimewa' ungkap sastrawan Umar Kayam dalam sambutannya untuk buku ini.nMungkin tidak ada penulis cerpen di negeri ini yg sejak semula sudah dengan sangat sadar menciptakan 'dunia alternatif' dalam cerita-ceritanya. Dalam buku ini, pemikiran penulis tersirat jelas, tentang realitas yang tak tampak saling jalin menjalin jadi satu, seperti dunia dan akhirat. Danarto juga lebih banyak menggunakan diksi sederhana dalam Berhala, tetapi isinya sungguh telak menampar serta menyinyiri realitas yang kacau.nKeunikan 'Berhala' di antaranya pada tidak adanya satu pun cerpen di buku ini yang berjudul 'Berhala'. Jadi kenapa buku ini judulnya Berhala? Masih misterius kenapa judul ini dipilih oleh Danarto, tetapi salah seorang pembaca menyebut keterkaitan judul dengan tema-tema cerpen di dalamnya. Berhala adalah lambang dari yang diagungkan, dipuja dan dibanggakan. Berhala ini bisa berupa apa saja: pangkat, jabatan, harta, kepintaran. Berhala pun bisa jadi diri kita sendiri yang kelewat batas narsisnya. Kepintaran pun bisa jadi berhala, seperti disindir penulis:n'Seperti rumah dan mobil kami, buku-buku kami pun banyak sekali.'(halaman 23)nnDanarto tetap menyelipkan ciri khas surealisnya dalam karyanya ini, walau tidak sepekat di buku-buku lain karyanya. Lebih membumi, istilahnya. Berhala menyajikan kisah-kisah surealisme di dunia nyata, dunia keseharian dengan berbagai persoalan yang menghinggapinya. Yang awalnya terlihat sederhana, tiba-tiba berubah menjadi tak rasional di penghujung cerita, sangat khas Danarto.nUmar Kayam mengibaratkan kisah-kisah di buku ini seperti 'manungsa tan kena kinira' (manusia yang tak dapat diduga). Kisah-kisah khas Danarto yang berupaya memahami dan memuliakan misteri keesaan Sang Pencipta.
Tidak tersedia versi lain