Computer File
Lambaian Rembulan Layu : Antologi Cerpen : Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa SLTA Kabupaten Bantul
Buku antologi ini memuat 24 karya siswa. Buku antologi ini memuat karya dari 27 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kabupaten Bantul, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini tentu dapat menjadi pemantik dan sekaligus penyulut api kreatif pembaca, terutama anak-anak, remaja, dan generasi muda.
Kegiatan semacam Bengkel Bahasa dan Sastra ini perlu sebagai awal meningkatkan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Karya-karya pesertanya dapat memperkukuh tradisi literasi anak muda, juga dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Sesaat kemudian, Pakde Browo menatap melas ke arah ibunya. Ingin berlari, namun urung. Kaki Pakde Browo kaku, mati rasa seolah membeku mendapati lekukan senyum kaku Mbah Putri yang damai, namun menyisakan rembulan yang terpecah di sela-sela kelopak mata anaknya.
Pakde Browo memaksakan kakinya untuk bergerak, berlari menghampiri Mbah Putri yang telah layu bagai sinar rembulan yang terkulum malam kelam.
(Lambaian Rembulan Layu, halaman 60)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain