Computer File
Penumpang Terakhir : Antologi Cerpen : Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia Siswa SLTA Kota Yogyakarta
Buku antologi ini memuat karya dari 25 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kota Yogyakarta, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini tentu dapat menjadi pemantik dan sekaligus penyulut api kreatif pembaca, terutama anak-anak, remaja, dan generasi muda.
Kegiatan semacam Bengkel Bahasa dan Sastra ini perlu sebagai awal meningkatkan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Karya-karya pesertanya dapat memperkukuh tradisi literasi anak muda, juga dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Matahari merapat di selasar langit. Kolase oranye perlahan memenuhi hamparan angkasa, mengundang desau angin dingin yang mulai merayap. Semanggi-semanggi berjajar di pelataran menyambut dengan goyang gemulai. Sisa rintik hujan masih setia menggantung di tepi-tepi atap yang digerogoti lumut.
Senja memaku kesekian kalinya. Tak berubah. Angin semilirnya yang syahdu, sinar temaramnya yang memadu, juga terkadang ratapannya yang sendu. (Seraga Dua Jiwa, halaman 34)
Baru beberapa detik memejamkan mata, suara khas yang familiar menyapa pendengaranku. Sontak mataku terbuka dan langsung disambut dengan tatapan teduh dari dua bola mata hitam pekat. Senyum mengembang di paras tampan yang dulu selalu kupuja.
?Permisi, kursi di depan kamu masih kosong kan?? (Stasiun Kenangan, halaman 65)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain