Computer File
Di Ujung Senja : Antologi Cerpen Bengkel Sastra
Buku antologi ini memuat 89 karya yang telah diseleksi oleh dewan redaksi. Cerpen-cerpen ini merupakan hasil kegiatan Gemar Membaca dan Menulis serta Bengkel Penulisan Cerpen bagi Guru Bahasa Indonesia SMP di Kabupaten Sragen, Temanggung, dan Pemalang, serta Bengkel Penulisan Cerpen bagi Mahasiswa Universitas Sains Quran, Wonosobo yang diselenggarakan pada tahun 2015.
Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun memuat tema yang beragam, antara lain rasa syukur kepada Tuhan, persahabatan, toleransi, bakti pada orang tua, dan kerendahan hati.
Bangun! Bangun! Sebelum semuanya terlambat mencari bekal ke akhirat, mumpung masih diberi kesempatan untuk bertobat dan mendekatkan diri 'ndepe ndepe' pada Sang Kekasih Sejati. Kalau badan sudah terbujur kaku, kau tak akan mampu bangun dan tak ada seorang pun yang mampu membangunkan lagi. (Diintai Malaikat Maut, halaman 39)
"Amoy sama Yos adalah hadiah paling indah yang dikasih Tuhan buat Papi. Papi udah nggak butuh hadiah-hadiah lain. Papi udah tua."
Selesai mengucapkan kalimatnya tersebut tawa Papi lepas. Satu hal yang juga menjadi favorit Amoy. Papinya adalah seorang humoris yang mampu memecahkan suasana tegang dengan tawanya yang tulus sekaligus renyah. (Hadiah Buat Papi, halaman 269)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain