Khazanah Analitika

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pertanian Postmodern

Iwan Setiawan - Nama Orang; Dika Supyandi - Nama Orang; Siska Rasiska - Nama Orang; M. Gunardi Judawinata - Nama Orang; [ed.] B. Prasetya W. - Nama Orang; [ed.] Febriani AN. - Nama Orang;

Sebagai bangsa yang dianugerahi kelimpahan sumberdaya, Indonesia memiliki segalanya. Keragaman hayati lautan nomor satu dan keragaman hayati daratan nomor dua di dunia. Apa yang bangsa lain tidak punya, Indonesia punya. yang diperlukan generasi bangsa saat ini, yakni keyakinan dan identitas diri. Penduduknya nomor tiga di dunia, tetapi nasibnya seperti zombi-zombi tidak berjiwa. Kemanusiaan memudar karena dikendalikan utang dan hegemoni neokolonisasi. Belum lagi ancaman besar dari desain besar "genosida budaya agraris dan maritim Indonesia yang beragam oleh pihak-pihak yang tersembunyi di balik metafor pembangunan. Meminjam praksis postmodern, gagasan pertanian postmodern ditawarkan untuk menyulut debat filosofis. Bisakah Indonesia bertahan dalam modernitas yang menyengsarakan? Akankah kita bungkam atas makna sejati di balik isme-isme dan kamuflase-kamuflase pembangunan? Akankah kita bangga dengan kelangkaan dan lupa dengan keberlimpahan? Akankah keinginan (pasar, efisiensi dan maksimalisasi produksi) mereduksi kebutuhan (kecukupan, keberagaman dan spesifik lokal)? Akankah generasi post-industri dibiarkan berjalan dalam lorong sunyi kebenaran ilusi? Siapkah generasi era bonus demografi lepas dari neokolonisasi, meski harus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja kreatif, dan bekerja inovatif membangun kembali puing-puing peradaban yang berserakan? Buku ini cukuplah dijadikan pembangkit motivasi bagi generasi era bonus demografi, yang lahir dari "rahim kemodernan", dibuahi "imperium global", lalu dibesarkan "nilai keduniaan dan ilusi kebenaran". Hal tersebut mengkhawatirkan kare membuat generasi menjadi 'miskin' dalam keberlimpahan.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi Belum memasukkan lokasi
N03501S
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
630 IWA p
Penerbit
Jakarta : Penebar Swadaya., 2018
Deskripsi Fisik
iv + 364 halaman, ilustrasi : 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789790027749
Klasifikasi
630
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan 1
Subjek
Pertanian - Filosofi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Khazanah Analitika
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

"Lebih baik terjebak di perpustakaan bersama kamu daripada merasa sendirian di kantin." - Arumi E. (Listen to My Heartbeat)


"Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur; di sana kebanggaan serta keluhuran manusia bersemayam."  - Jostein Gaarder (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken)


"My grandma always said that God made libraries so that people didn't have any excuse to be stupid." - Joan Bauer (Rules of the Road)

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?