Text
Menimbang Argumen Bacaan Al Quran Langgam Nusantara
Umat Islam Indonesia dibunt heboh ketika qari pada peringatan Isra' Mikraj di Istana Negara (Jumat, 15 Mei 2015), melantunkan bacaan Al-Qur'an dengan langgan? Jawa. Sejumlah pihak kemudian menanggapinya secara berlebihan sehingga kehilangan nilai-nilai objektivitas dan lebih mementingkan emosi. Persoalan ini makin runyam karena mulai ditarik ke ranah politik, etnik, hingga perang pemikiran, layaknya bara api dituangi minyak. Buku ini mencoba menyajikan jawaban atas beberapa pertanyaan terkait persoalan penggunaan langgam dalam melantunkan Al-Qur'an: (1) bagaimana sebenarnya bacaan Nabi saw. dan para sahabatnya yang dikenal merdu dan indah? (2) bagaimana sejarah munculnya nagam bacaan Al-Qur'an? (3) bagaimana pandangan ulama tentang hukum membaca Al-Qur'an dengan lagu? dan (4) apakah dalam melagukan bacaan dibolehkan menggunakan langgam selain yang sudah populer, seperti langgam Nusantara?
Tidak tersedia versi lain