Novel religius ini merajut gemuruh cinta Lazuardi, Fitrah, dan Bening dengan lembut dan haru dalam koridor iman dan etika. Kekuatan latar belakang etnik Kerinci (Jambi) yang elok menjadi keunikan lain di dalamnya.
Marvel Algara dan Marvin Algara, kembar identik yang memiliki takdir berbeda. Jika sang ayah, Galvin, membebaskan Marvin untuk menempuh jalan hidupnya sendiri, maka hal sebaliknya terjadi pada Marvel. Cowok itu dididik sangat keras, fisik dan mental, supaya mampu meneruskan bisnis keluarga yang sudah dijalankan secara turun temurun. Padahal keinginan Marvel hanya satu: dia ingin menjadi seorang…