Refa terus meratapi kaki patahnya yang dibalut gips. Ibu, Ayah, dan teman-temannya sampai tak bisa membuatnya kembali ceria. Hingga suatu sore, Refa terkejut melihat seekor lumba-lumba yang terdampar di pantai. Ekornya patah! Siru... Refa menamai lumba-lumba itu. Ayah Refa yang bekerja di pusat rehabilitasi merawat Siru. Refa pun tiap hari menyemangati Siru, dan tiba-tiba Refa juga bersemangat …